TANAM ILMU SEKARANG PETIK HARI DEPAN

Selasa, 22 Juli 2008

LAPTOP

. Selasa, 22 Juli 2008
0 komentar

Laptop

DALAM beberapa bulan terakhir ini kita melihat pertumbuhan yang cepat dalam komputer notebook, yang secara perlahan tapi pasti, menjadi alternatif di samping komputer desktop PC yang lebih besar. Tahun 2007 diperkirakan pertumbuhan penjualan Notebook adalah 43%, 4 kali lipat komputer desktop yang hanya 9%. Hal ini terutama karena banyaknya tawaran Notebook murah, dengan harga dibawah 5 juta (lima juta rupiah), kita bisa membawa pulang sebuah Notebook baru dengan garansi satu tahun. Bahkan laptop dengan teknologi terbaru Intel Core Duo, Intel Core 2 Duo, maupun yang menggunakan prosesor AMD Turion sudah bisa kita dapat dengan harga dibawah 10 juta (sepuluh juta rupiah). Tren laptop murah ini membuat para pemain merk yang sudah lama berkecimpung di dunia komputer, seperti: Toshiba, HP Compaq, Acer, ikut-ikutan menurunkan harga produk mereka. Toshiba mengandalkan tipe Toshiba Satellite untuk notebook versi murah, sedangkan HP Compaq mengandalkan Compaq Presario dan HP 520, Acer meramaikan pasar dengan Acer Aspire dan Acer TravelMate. Tren ini sebenarnya diawali oleh Intel yang membuat program BTO (Build to Order) Notebook, kira-kira 2 tahun yang lalu. BTO Notebook adalah notebook yang dirakit sesuai dengan permintaan, seperti PC dekstop yang banyak dikenal saat ini, ada komputer rakitan, ada juga notebook rakitan. Program ini langsung direspon oleh produsen Notebook dunia, mereka membuat notebook barebone. Notebook barebone adalah notebook yang terdiri dari chasis (termasuk LCD monitor, keyboard) dan mainboard. Jadi OEM builders, atau perakit notebook lokal tinggal memasang CPU prosesor, Memory RAM DDR2 dan Harddisk saja. Produsen-produsen yang sudah membuat notebook barebone antara lain: MSI, AOpen, Asus, Quanta dan FIC. Sejak saat itu banyak pemain lokal yang mulai merespon hal ini dengan menerbitkan merk lokal, antara lain: Axioo, Forsa, Byon, dll. Sebagai contoh Notebook Axioo sejak pertama diperkenalkan, langsung menggebrak pasar dengan harga yang cukup miring. Saat ini Notebook Axioo yang paling murah tipe Neon VL624NC dijual dengan kisaran harga 4,2 - 4,3 juta dipasaran. Para pemain lokal mengimpor Notebook barebone dan komponen lain, seperti processor, memory, harddisk, dalam bentuk terpisah sebagai spare part. Kemudian merakitnya di Indonesia. Bagaimana dengan kualitas notebook murah tersebut? Pandangan kita tentu cenderung memandang negatif mengenai hal ini. Hal ini seolah didukung dengan pemain notebook bekas, para pemainnya rata-rata tidak mau menerima notebook second dengan brand atau merek lokal. Bagaimana mungkin notebook murah memiliki kualitas bagus seperti merk yang sudah terkenal? Kenyataannya kualitasnya tidak kalah dengan merk yang sudah terkenal. Sudah banyak yang menggunakan dan mereka rata-rata cukup puas dengan kualitas notebook lokal ini. Bahkan Intel sendiri, menyatakan,”Barebone system yang ditawarkan saat ini sama dengan yang dipasok ke vendor yang besar dengan sedikit perbedaan design style. Kualitasnya jauh lebih baik dibandingkan dua tahun yang lalu dan semakin baik.” Berkaitan dengan design model, Intel berkata,”Hari ini style notebook BTO sudah tidak menjadi momok. Perkembangan design style model, warna dan bentuk sudah banyak tersedia dipasaran. Ini disebabkan oleh dukungan Prosesor dengan teknologi Intel Centrino, yang membuat laptop menjadi lebih tipis dan ringan.” Selain itu para pemain lokal juga membuat jaringan service center yang luas dan melatih para teknisi mereka sehingga mampu memberikan support dukungan garansi yang baik. Setiap kasus selalu ditangani dengan baik, misalkan penggantian notebook baru, untuk notebook baru yang di LCD-nya ada dead pixelnya. Keunggulan yang lain adalah harga part yang cukup murah dibandingkan dengan part notebook merk terkenal. Karena itu, tidak heran, pertumbuhan penjualan notebook merek lokal meningkat tajam. Jadi sekarang, kita punya alternatif jika ingin memiliki sebuah notebook. Notebook murah ternyata cukup aman, kualitas bagus, harga terjangkau. Jika memang dana terbatas, notebook murah dari vendor lokal bisa dijadikan pilihan.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 02 Juli 2008

Tangkal Pencurian Notebook

. Rabu, 02 Juli 2008
0 komentar

INFOKOMPUTER/WIWIEK JUWONO

Rabu, 2 Juli 2008 | 13:50 WIB

Populasi notebok kian besar. Penggunanya sering terlihat duduk-duduk di kafe, food court, atau ruang publik lainnya (termasuk kantor) sambil bekerja di notebook. Namun berhati-hatilah, lengah sedikit notebook bisa saja hilang disambar si tangan panjang.

Maklum saja, notebook bekas tetap laku dijual, baik di toko maupun di Internet. Fisik notebook yang mengecil justru kian memudahkan maling melakukan kegiatannya.

Baru-baru ini pun artis Happy Salma kehilangan – selain perhiasan dan jam tangan - dua notebook saat beberapa orang memasuki rumahnya dengan dalih hendak mengukur lemari.

Sementara itu di sebuah kantor penerbitan di Jakarta pernah terjadi sebuah notebook mendadak lenyap dari meja pemiliknya. Padahal notebook cuma ditinggal sekitar 3 menit, saat si pemilik memenuhi panggilan alam. Usut punya usut, notebook tersebut ternyata diambil oleh tamu yang kebetulan melintas di depan notebook yang sendirian itu, lalu disembunyikan dalam ransel si tamu.

Sasaran Empuk

Jangankan di negara kita, di negara maju seperti AS dan Eropa pun, notebook juga yang menjadi sasaran empuk maling. Menurut data FBI, satu dari setiap 10 notebook akan hilang dicuri dalam tempo satu tahun setelah pembeliannya.

Di kalangan pekerja mobile UKM (usaha kecil menengah) di Eropa pun, tingkat pencurian notebook sangatlah tinggi, mencapai 92%. Setiap 251 hari, begitu tulis lembaga riset IDC yang pada tahun 2007 mensurvei 200 responden, sebuah notebook akan dilaporkan telah hilang dicuri. Dan dalam kurun enam bulan, 54% UKM di sana memang mengalami pencurian notebook.

Kebanyakan, notebook-notebook itu hilang di lokasi-lokasi umum, seperti bandara (32%), hotel (24%), dan transportasi massal seperti KA, bus (23%). Sementara pencurian di rumah lebih jarang terjadi (8%), begitu juga di mobil (4%), restoran/bar (4%), ruang rapat (2%), dan ruang seminar (5%).

Sementara itu di AS, setiap minggunya 10.278 notebook dilaporkan hilang di 36 bandara besar, biasanya saat pengecekan sekuriti. Sekitar 2000 notebook yang dilaporkan hilang itu terjadi di bandara-bandara skala menengah, dan 69%-nya tidak pernah diketemukan lagi.


Rugi Dua Kali


Saat sebuah notebook yang Anda pakai bekerja hilang dicuri, Anda tidak cuma rugi uang (karena harus mengganti atau memberli notebook baru misalnya). Yang lebih menyebalkan sebenarnya adalah raibnya data yang bercokol di dalamnya.

Koleksi foto liburan Anda bersama keluarga yang belum sempat sempat dipindahkan ke CD/DVD misalnya, lenyap tanpa bekas. Begitu juga semua e-mail dan daftar kontak rekan, kerabat dan handai taulan Anda yang ada di notebook.

Lebih celaka lagi jika notebook itu berisi data tentang konsumen/klien dan proyek-proyek penting yang sedang Anda kerjakan. Tentu mengerikan bila data tersebut dimanfaatkan oleh orang yang tak berhak, apalagi kompetitor bukan?

Dalam kasus kehilangan notebook milik perusahaan, yang lebih dirisaukan sebenarnya bukanlah nilai notebook (yang memang sudah terdepresiasi), melainkan nilai data di dalam notebook yang hilang tersebut. Sebagai gambaran, sebuah notebook milik universitas Stanford yang hilang dicuri ternyata menyimpan sekitar 7200 data pribadi karyawan universitas Stanford yang direkrut sebelum 28 September 2007.

Bayangkan bagaimana jika data tersebut sampai dimanfaatkan untuk menipu atau melakukan tindakan kriminal. Apalagi data tersebut mencakup nama, jenis kelamin, tanggal lahir, nomor Social Security, nomor telepon, alamat, gaji, dan nyaris semua informasi lain tentang seorang karyawan.

Di Washington, notebook seorang pilot yang hilang dicuri bahkan menyebabkan 17 bandara harus mengubah kode-kode sekuriti mereka bulan April lalu. Notebook tersebut dicuri saat si pilot yang menumpang pesawat dari bandara Birmingham Alabama menuju Dulles International menyimpannya di kotak penyimpan barang di atas kursi penumpang. Di dalam notebook-nya itu memang tersimpan antara lain kode-kode sekuriti yang memberikan akses ke gerbang-gerbang sekuriti dan lokasi-lokasi di bawah badan pesawat (ground level) pada 17 bandara, termasuk tiga bandara tersibuk di AS (Atlanta, Chicago O’Hare dan Dulles).

Pakai Kabel

Sesungguhnya, pencurian notebook bisa dicegah atau setidaknya dikurangi dengan penggunaan cable lock, seperti Kensington Lock MicroSaver Notebook Lock. Ini pada dasarnya adalah kabel untuk menjangkarkan notebook Anda ke perabotan yang tak bergerak, semisal meja yang kokoh, saat Anda menggunakan notebook di tempat umum atau di kamar kos.

Tujuannya adalah mempersulit notebook diambil tanpa ijin saat Anda meninggalkannya tak terjaga dalam waktu singkat maupun lama. Jangan sampai begitu Anda berpaling atau meninggalkannya sejenak, notebook Anda langsung raib tak tentu rimbanya.

Tentu saja untuk bisa menggunakan kabel yang ujungnya berkunci ini Anda harus mencari ‘jangkar’ yang kokoh. Jika tidak, sia-sia saja Anda membeli alat pengaman ini.

Selain tipe untuk notebook, ada tipe seperti Micro Saver Twin Notebook Lock yang juga sekaligus dapat mengamankan monitor LCD. Karena itu ada dua bagian beranak kunci sama di sini.

Bagaimana memasangnya di LCD Anda? Lihat saja bagian belakang LCD Anda, cari sebuah lubang dengan logo K. Nah, ke lubang inilah Anda bisa mendorong masuk bagian pipih besi yang ada di ujung bawah dari bagian yang beranak kunci, lalu melingkarkan kabelnya ke kaki meja misalnya.


Kuat dari Campuran Baja

Kabel Kensington Lock terbuat dari campuran baja karbon dengan panjang (tergantung tipe) 1,8 – 2,2 meter – cukup panjang untuk penggunaan umum. Untuk menggunakannya, cukup lingkarkan kabel ke objek yang sedang Anda jangkarkan, lalu masukkan ujung gelungannya ke bagian ujung kabel.

Bagian kuncinya sendiri heavy duty dan berat – mengesankan keamanan. Di ujung ada sepotong besi berbentuk T-bar yang harus dimasukkan ke dalam lubang di notebook/monitor LCD. Setelah potongan T-bar itu pas di lubang notebook/monitor LCD, putarlah anak kunci yang disediakan untuk mengunci posisinya.

Ada dua kunci yang diberikan; satu untuk cadangan, dengan nomor serial yang sama (ada di badan anak kunci). Jangan lupa mendaftarkan nomor serial itu ke situs Kensington, sehingga jika kunci hilang (mudah-mudahan tidak terjadi) Anda bisa mendapatkan penggantinya.

Selain untuk kebutuhan pribadi, Kensington juga memiliki kabel pengunci khusus untuk perusahaan. Jadi anak kuncinya akan sama (master key) untuk seluruh kabel yang akan dipakai mengunci notebook di satu kantor atau di satu ruangan. Ini agar administrator tidak repot menyimpan ratusan anak kunci yang harus dicocokkan satu per satu ke setiap notebook yang dikunci.

Satu yang harus diperhatikan saat Anda membeli Kensington Lock, yakni mengepaskannya ke lubang yang berlogo K di perangkat Anda. Sebab adakalanya lubang yang dirancang untuk Kensington Lock itu terlalu besar, atau justru terlalu sempit sehingga kunci yang dipasang tidak masuk dengan pas.

Selalu Hati-hati

Perlu juga dicamkan bahwa pemasangan Kensington Lock tidak berarti bahwa notebook akan aman 100% dari tangan jahil. Mereka yang memang berniat mencuri bisa saja mencari cara untuk menggunting kabel baja Kensington Lock, atau berusaha merusak kepala kuncinya. Akan tetapi setidaknya adanya Kensington Lock akan menyebabkan mereka harus berusaha lebih keras ketika akan mencuri notebook Anda.

Selain menggunakan cable lock seperti Kensington Lock saat notebook ditinggalkan tanpa pengawasan (walaupun hanya untuk beberapa menit) di tempat umum atau di mana pun, ada dua cara lain yang bisa diterapkan untuk meminimalisir pencurian notebook, yakni:

- menggunakan tas yang tidak menyolok saat membawa notebook

- memberikan tanda yang menyolok sebagai identitas kepemilikan notebook

Selain itu perhatikan juga rekomendasi yang diberikan oleh lembaga riset IDC ini:

- selalu mengunci notebook (secara fisik dengan menggunakan cable lock) saat menggunakannya di mana pun

- menyimpan notebook di tempat yang tidak mengundang perhatian (jauh dari jendela mobil, tidak meninggalkannya begitu saja di tempat duduk mobil)

- melakukan backup data secara berkala

- menyadari tingginya resiko kehilangan notebook di tempat-tempat umum

Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 21 Mei 2008

Asus Eee PC 8,9 inci Tersedia di Indonesia

. Rabu, 21 Mei 2008
0 komentar

Laptop mungil Asus Eee PC dengan versi layar 8,9 inci mulai resmi tersedia di pasar Indonesia. Asus menyediakan dua pilihan untuk tipe Eee PC 900 baik dari warna dan spesifikasi.

"Kini Asus memperkenalkan Eee PC 900, generasi kedua dari keluarga Eee PC dengan ukuran layar yang lebih besar, kapasitas lebih besar, tetapi tetap ringan di bawah 1 kilogram," ujar Willy Halim, Country Manager Asus Indonesia pada peluncurannya di Jakarta, Rabu (21/5).

Tipe tersebut tersedia dalam dua versi, masing-masing Eee PC 900 dan Eee PC 900XP. Eee PC 900 menggunakan sistem operasi Linux Xandros yang didesain khusus untuk laptop tersebut seperti tipe sebelumnya. Sementara Eee PC 900XP menggunakan sitem operasi Windows XP. Jika Eee PC 900 dilengkapi media penyimpan SSD (solid state disc) 20 GB, sedangkan Eee PC 900XP hanya 12 GB.

Selain layar lebih lebar daripada versi sebelumnya, keduanya sama-sama dilengkapi kamera web lebih baik, dari 1 megapiksel menjadi 1,3 megapiksel. Selain itu, memori juga ditingkatkan dari 512 MB pada versi sebelumnya menjadi 1 GB. Tampilan casing juga mengalami perubahan dari lapisan luar dove menjadi mengilat seperti permukaan kulit kerang.

Baik versi Linux maupun Windows sudah dilengkapi aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan untuk mengolah gambar, suara, dan dokumen. Jika pada versi Linux menggunakan Open Office di antara sekitar 40 aplikasi lainnya, pada versi Windows menggunakan Sun StarSuite dan Microsoft Works untuk mengolah dokumen serta InterVideo Xpack untuk multimedia.

"Mulai minggu ini, keduanya sudah tersedia di reseller-reseller kami," ujar Ismail Maksum, Channel Specialist SEA Sales and Marketing Dept. Asus Technology Pte Ltd. Meski Asustek mengeluarkan lima warna, di Indonesia hanya akan masuk laptop dengan pilihan warna putih dan hitam. Eee Pc 900 yang menggunakan Linux dijual Ro5,7 juta sedangkan Eee PC 900XP dijual Rp5,9 juta. (kompas.com)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 10 Februari 2008

Suara hati Seorang Guru

. Minggu, 10 Februari 2008
0 komentar

Waktu itu aku sedang asyik duduk-duduk di trotoar kemudian agak kaget sedikit ketika ada tangan yang tiba-tiba menepuk bahuku. Ah, kiranya seorang teman lama yang juga punya tujuan yang sama (jemput istri). Teman tadi sebut saja dengan nama Pak A kemudian ambil posisi duduk di sampingku. Obrolan hangatpun langsung mengalir tanpa batas. Tema yang kemudian menjadi pembicaraan kami adalah pendidikan anak.

Yach, anak-anak yang menjadi tumpuan kami untuk menjadi penerus di masa yang akan datang. Ketika jam menunjukkan angka pukul 15.00 Wib tanpa terasa obrolan kian panas begitu kita membicarakan tugas sebagai pendidik. Anak - anak yang masih lugu harus kita didik di rumah walau dengan waktu yang sangat-sangat pendek, di sekolah dengan lingkungan sekolah dengan beragam macam karakter mulai dari guru, murid, maupun lingkungan dengan waktu yang tertentu pula dan yang terakhir yang menurut kami mempunyai waktu terbesar adalah lingkungan setelah sekolah.

Lingkungan setelah sekolah atau waktu luang setelah sekolah merupakan waktu yang sangat sulit pendeteksian aktivitas anak-anak kita. Mari kita renungkan ketika kita berangkat pagi kurang lebih pukul 06.00 Wib kemudian sampai di rumah lagi pukul 17.00 kadang lebih, sedang anak-anak kita kebetulan masih balita dan yang besar kelas 2 SD. Di rumah setelah sekolah mereka kita percayakan kepada khadimat atau orang yang kita percaya untuk dapat mengawasi/mendidik anak kita . Alhamdulillah, masih ada rekan, saudara, bapak/ibu kita yang masih mau kita "titipi" anak-anak kita.

Tapi ada suara hati yang selalu menusuk-nusuk hati kami ketika kita bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup (yang di dunia maupun yang di akhirat) yang notabene juga salah satunya untuk pendidikan anak. Dimana kami yang kebetulan bekerja sebagai guru swasta dengan penghasilan yang pas (walau tidak semua) sangat sulit menemukan sekolah dengan biaya yang bisa kita jangkau tetapi mempunyai orientasi ke depan sangat baik dari segi sikap, pengetahuan maupun ketrampilan minimal standar kami.

Sekolah yang yang kita idamkan untuk dapat kita "titipi" anak-anak kita ternyata masih jauh dari jangkauan kami. Disitulah hati ini terasa teriris-iris, kami yang notabene seorang guru yang mengajar/mendidik "anak-anak orang lain" dengan harapan-harapan yang sesuai dengan visi misi sekolah, ternyata anak-anak kita belum "terdidik" minimal dengan harapan-harapan kita dan visi misi sekolah yang kita "titipi"sebagai seorang guru ketika kita mendidik "anak-anak orang lain".

Itulah yang menjadikan renungan kami, Kita bekerja salah satunya untuk kebutuhan ekonomi kita tetapi di sisi yang lain kebutuhan pendidikan anak-anak kita belum dapat maksimal ketika kita "titipkan" ke sekolah yang sesuai dengan jangkauan ekonomi kita tetapi secara prinsip belum sesuai dengan harapan-harapan kita sebagai seorang wali murid. Memang pendidikan tidak seluruhnya dipasrahkan ke sekolah tetapi bagaimana pemanfaatan waktu yang baik di lingkungan sekolah, rumah maupun keluarga kita. Akhirnya mari kita bersama selalu dan selalu mencari solusi yang terbaik untuk tidak hanya anak-anak kita tetapi juga anak-anak didik agar ke depan dapat menjadi penerus yang dapat diandalkan baik untuk diri sendiri, keluarga, dan agama.

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com